Sabtu, 22 Agustus 2009

Ramadhan - sebuah pesta

Sebuah pesta di bulan Ramadhan

Sebuah pesta sudah dimulai, undangan sudah disebar ke seluruh negeri jauh-jauh hari, setahun yang lalu.

Malaikat-malaikat penyambut sudah bersolek, gagah dan cantik tak ada dua, tenda telah dibentangkan luas tak berbatas, kursi dan meja telah disiapkan bertahtakan yakut dan marjan, karpet-karpet telah dibentangkan indah dari wool domba surga.

Kesibukan luar biasa di kelompok malaikat pencatat, wara-wiri hilir mudik mengambil buku-buku yang baru karena buku lama sudah penuh. Satu-dua kadang meminta konfirmasi ke Raja yang Agung Allah Subhanahu Wata'ala, apakah sebuah dosa patut dicatakan atau tidak?, dan jawabannya sudah pasti Rahmat dan RahimKu lebih dari itu, maka jangan kau catatkan dosa pada bulan berpesta bagi orang-orang yang bertakwa.

Malaikat-malaikat penjaga tak kalau sibuknya, lihatlah mukanya yang serius dan tangan-tangan yang sangat kuat. Beberapa menggiring syetan laknatullah untuk dikunci mulut dan tangannya. Badannya dirantai pada patok-patok yang tangguh. Lihatlah banyak sekali penjaga berkeliling, tangguh dan serius, oh rupanya malaikat penjaga Iblis laknatullah, raja diraja syeithon.

Sementara malaikat-malaikat pembangun masih bekerja siang-malam tak henti, lagi menyelesaikan proyek kondominium di blok 1430, sementara kondominium diblok sebelahnya sudah tertulis "property are reserved". Konda 1430 dilengkapi kolam susu dan khamer tapi tak memabukan, furniturnya dari kursi-kursi bertatahkan intan dan permata, berkelap-kelip indahnya. Aku bertanya, buat siapa rumah-rumah mewah ini dibangun, sang malaikat menjawab, "Kondominium ini dibangun untuk kekasih-kekasih Allah, yang mendapatkan malam Lailatul Qadar, malam dimana lebih baik dari 1000 bulan, gratis bagi orang-orang yang berlomba mendapatkan malam yang sangat mulia itu". Subhaanallah.

Sementara Allah,duduk dengan perkasa di kursi Arasyi, sangat berwibawa. Yang biasa berbuat suka-suka di kursinya kali ini tidak. Allah meluangkan waktu satu bulan penuh untuk menjamu tamu-tamunya.

Hidangan yang disajikan minggu ini adalah Rachmat dan barokah berikutnya adalah Maghfiroh dan terakhir malam Laitalut Qadar. Subhaanallah, hidangan yang sangat komplit yang nikmatnya tak bisa dikatakan. Maka mengapakan ada orang-orang yang tidak terketuk hatinya? sesungguhnya pada bulan ini Allah menyiapkan waktu buat kita.

Selamat datang Ramadhan, selamt datang syahrul ibadah, selamat datang syahrut Taraweh. Semoga kita mendapatkan sebuah kondominium di blok 1430 di bulan ini dan ditulis didepannya, "Property reserved by ......." nama kita sendiri.

Subhaanallah, Wallahuallam.

Bogor
Ramadhan 2, 1430
Agustus 23, 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar